Rabu, 23 Juni 2010

Jangan Biarkan Ganggu Pandangan

Selain kesadaran keselamatan di sektor kepala dan pengin gaya keren, beragam helm jadi pilihan rakyat bikers. Ada yang halfface atau fullface, ada yang kaca bening ada pula yang gelap. Nah, saat musim hujan begini, bukan hal aneh kalau tiba-tiba lagi asyik meluncur di jalan raya, brees...kena hujan gede. Setiap pengguna helm berhadapan dengan masalah sesuai helm yang dipakai.

Tentu berkait dengan gangguan pada pandangan mata. "Itu prinsip yang sangat penting. Pandangan jangan sampai terganggu dalam berkendara," terang Anggono Iriawan, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Bagi pengguna helm fullface, ada beberapa ancaman gangguan saat tiba-tiba hujan deras saat melintas. "Pengembunan pada kaca, atau air yang jadi titik besar pada kaca. Biasanya terjadi pada helm yang kualitas kacanya kurang bagus atau tidak ada antifog," terang AIR, panggilan beken Anggono Iriawan.

Upaya mengatasi pengembunan, bisa ditempuh lewat sedikit membuka kaca. Sehingga hawa panas reda karena ada udara yang lebih besar dari luar. "Enggak usah gede-gede, sedikit aja juga sudah bisa," jelas Anggono.

Ada lagi tuh tips sederhan lainnya. Biasanya, pengembunan saat berhenti di lampu merah. Soalnya, saat jalan ada suhu dingin dari lubang ventilasi yang bisa mengeliminir pengembunan.

"Saat motor berhenti, cara nafasnya agak dibedakan. Bibir bagian atas agak dimonyongin, bibir bawah ditarik ke dalam. Lalu arahkan nafas ke bawah. Itu membuat hawa panas dari nafas enggak menuju ke kaca," terang Rizky Mario, Supervisor Safety Riding PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Bagi pengguna kaca gelap, tidak ada toleransi. Ketimbang pandangan terganggu, musti buka tuh kaca. Biasanya dibuka sampai ke atas mata, jadi sisa kaca yang masih melambai, jadi pet yang menahan air yang turun deras dari depan. Tahu sendiri, kan helm fullface tidak semua pake pet.

"Tapi kalau dibuka mata sudah terganggu air dan angin, maka mendingan berhenti. Pandangan yang terganggu bisa jadi biang kecelakaan," ingat Kiki, panggilan akrab Rizky Mario.

Sebagai antisipasi, sudah semestinya saat hujan seperti ini pengendara tidak gambling menggunakan kaca gelap. "Apalagi kalau dia jalan di sore atau malam hari. Lupakan dulu gaya, yang Hujanpenting safety. Ganti aja pake kaca yang bening dan berkualitas. Sehingga tidak repot sendiri saat tiba-tiba hujan datang," papar Kiki, yang juga aktif ngurus balap.

Soal batasan kapan saatnya memutuskan pandangan sudah terganggu sehingga tidak bisa memaksa untuk terus jalan, bisa disadari oleh pengendara itu sendiri. "Prinsipnya, Kalau melihat ke depan atau kendaraan yang ada di depannya sampai di jarak kira-kira 10 meter ke depan sudah tidak jelas, maka itu riskan diteruskan," ingat Anggono lagi.

Kemudian, untuk mengatasi bintik air di permukaan kaca luar yang mengganggu pandangan, langkah dadurat bisa dilakukan dengan membersihkan dulu bagian kaca luar pakai sampo. Modal gopek, sudah bisa beli sampo saset di warung.

Em-Plus sudah coba itu saat turing Jawa-Bali. Ketika kaca luar bersih dan licin, potensi bintik air di kaca bisa mudah diatasi.

Sumber : www.motorplus-online.com

Demi Safety Dan Sehat!

Inilah asyiknya jadi bikers. Kalau panas kepanasan kalau hujan main hujan-hujanan. He..he…! Apa boleh buat itulah hidup kita Bro.

Makanya saat datang musim hujan, riders sejati harus mampu antisipasi. Mulai pakaian alias jas hujan sampai sarung tangan harus dimiliki. Biar hujan mengguyur, badan tetap kering. Lha, apa saja yang harus kita perlukan dalam memilih peranti ini.

Jas hujan, kualitasnya lain-lain. Paling pertama disasar adalah jas hujan yang ngepas tubuh. Artinya, ia nggak macam Batman yang seperti jubah jika terkena air. “Harga memang menentukan untuk jas hujan kualitas baik,” jelas Chandra, dari Chandra Motor Kebun Jeruk. Buat pedege variasi luks ini, riders yang baik harusnya tak tawar banyak kompromi soal pilihan jas hujan ideal.

Em-Plus meneliti beberapa jenis jas hujan ideal untuk bikers. Disarankan memilih bahan kualitias baik PVC atau Poly PVC, model 2 potong dan fiks di tubuh. “Baiknya yang bercoating glossy alias bening antiembun. Bahan ini sangat baik karena kuat dan jahitan hotpress,” nilai Danu Herlambang dari Danu Technologi Motor Clouth (DTMC) pembuat baju dan celana bikers.

Soal teknik jahitan hot press ini sangat penting. Artinya, sambungan antarbahan nggak dijahit hingga air nggak bisa tembus. Perhatikan juga sambungan di tangan. Jas hujan yang baik terdapat karet penahan air di pergelangan agar air nggak masuk. Sedang bagian luarnya tetap seperti jaket biasa hingga secara estetika tetap Oakley.

Makin afdal, perhatikan juga apakah jas hujan yang bakal dibeli dilengkapi lubang angin untuk melepaskan angin. Biasanya disimpan di bagian ketiak. Saat ada angin masuk, ia akan dilepas keluar hingga jaket hujan tak menggembung.

Untuk kesempurnaan lainnya, pilih pengikat tudung kepala yang sistem simpul pengunci tali, bukannya ikatan manual.

MURAH MERIAH TAPI MELINDUNGI

Tetap kering nggak harus mahal. Sediakan kantong kresek untuk beberapa peranti penting macam HP, dompet dan barang berharga lainnya. Bungkus sebelum masuk tas atau ransel. Jika tak punya ‘kondom’ sepatu, kondomi dulu kaki sampeyan sebelum masuk ke sepatu. Biar sepatu basah, kaki tetap kering.

Sumber : www.motorplus-online.com

Awas Riding Position

Seorang Tigeris mengeluh pada dr. Aviandy Sukarto Msc. SpKP terapis Zona Meridian juga pakar kedokteran komunitas. Intinya keluhan nyeri pada pergelangan tangan dan tulang belakangnya. Dokter yang akrab disapa kang Dondy ini lantas meminta sang rider memperlihatkan motornya.

”Dari gambar ponselnya saya lihat nyemplak Tiger bergaya retro aliran Jap’s Style. Dari situ saya pelajari penyebab keluhannya, ternyata ada hubungannya dengan desain motor,” jelas dokter yang juga Harleymania ini.

Seorang mahasiswa Rahmat H. Saputra, meneliti mengenai hubungan antar sakit punggung dan berkendara. Kesimpulan penelitiannya, posisi berkendara yang salah akan menekan puggung belakang hingga menyebabkan nyeri punggung bawah atau low back pain.

Ini jelas kasus menarik! Lebih detial lagi Kang Dondy melihatfaktor bahaya di desain Jap’s Style yang rata-rata memakai setang dragbar, raiser tinggi, pijakan kaki di depan, jok lebih tipis dari standar dan sok belakang variasi ulir renggang agar minimalis.

Yuk kita uraikan. Desain seperti ini membuat rider ada dalam posisi menunduk. ”Sebagai contoh, posisi menunduk ala balap lebih aman, pasalnya pijakan kakinya ke belakang. Di Japs, rider menunduk tapi pijakan kaki di depan, ini rentan menyerang tulang belakang. Ditambah jok tipis dan per belakang yang rebound-nya tak maksimal,” kata Dondy lagi.

Ia lantas membandingkan dengan chopperis baik yang menganut hardtail ataupun softail, ”Chopper malah lebih aman, walau pijakan kaki di depan, posisi setang mendekati jangkauan baik desain ape hanger maupun bullhorned. Tulang belakang tidak terserang. Faktor bahaya dari mereka adalah ginjal, apalagi untuk yang rigid,” urainya.

Kembali ke Jap’s. Saat riding secara terus menerus, posisi ini membuat tulang belakang lumbal 4-5 terkena. ”Getaran dan posisi seperti itu dan tentunya nutrisi, usia dan hal-hal lain akan membuat bantalan di antara tulang mengeras. Ini bisa menyebakan tumbuhnya tulang baru di samping kiri-kanan ruas tulang tadi (spur formation). Nah, tumbuhnya tulang tadi bisa menjepit susunan urat syaraf terutama di tulang punggung.” Beberapa gejala akan terasa. Selain sakit pinggang, kesemutan dan keram akan menyerang.”

Gawatnya lagi nggak cuma tulang punggung yang kena.”Riding position seperti itu membuat kepala yang dibebani helm menjadi semacam bandul. Tulang leher akan mendapatkan beban yang berat ketimbang posisi duduk ideal. Efeknya tangan akan kesemutan, jari tengah tidak bisa ditekuk, jempol sakit, pergelangan tangan sakit ini berhubungan dengan gangguan syaraf tepi 2-3-4,” katanya lagi.

Untuk itu, ia ini mewanti agar biker berhati-hati memilih desain motor. ”Estetika juga tren memang sip, tapi jangan lupakan juga kesehatan, apalagi yang menyangkut riding position yang bakal menyerang tulang,” seriusnya.

Solusinya harus menyesuaikan ergonomi nyaman dan ideal saat membangun motor. Konsultasikan hal ini pada buildernya. Di sisi lain, gaya hidup, nutrisi juga perlu diperhatikan. ”Pola makan gak baik atau kolesterol tinggi misalnya akan menyebabkan Laju Endap Darah jadi tinggi. Darah mengental sel darah lebih banyak dari serumnya. Ini memicu terjadinya pengapuran tulang,” jelasnya.

Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) bagi Backpacker (Bagian 2)

e. P3K patah tulang
1) Tanda-tanda patah tulang
a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal
c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan
d) Kulit tidak terasa kalau disentuh
e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang
a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.
b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :
- hentikan pendarahan serius yang terjadi
- usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan
- upayakan lalu lintas udara tetap lancer
- jika diperlukan buatlah nafas buatan
- jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak
d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.
Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.


3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya
a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan
• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada
• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar
• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari
• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut
• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah
• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah
Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha
• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk
• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan Pembalutan

1) Pembalut
Macam-macam pembalut :
a) Pembalut kasa gulung
b) Pembalut kasa perekat
c) Pembalut penekan
d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
e) Gulungan kapas
f) Pembalut segi tiga (mitella)


2) Pembalutan
a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening
b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki
c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan
d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi
e) Pembalutan spiral pada tangan
f) Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

2. Budaya Hidup Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki budaya hidup sehat, dengan jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :

1) Selalu menjaga kebersihan badan, misalnya pemeliharaan kuku, tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi, dsb.
2) Menjaga dan menciptakan kesegaran jasmani dan kesehatan badan, dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam pagi, jogging, melatih pernapasan, minum air putih, dsb.
3) Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan ketangkasan jasmani dengan berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang laying, dsb.
4) Menjaga kebesihan makanan dan minuman, serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi.
5) Selalu menciptakan kebersihan rumah dan peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah
6) Memahami berbagai macam penyakit dan penanggulangannya.


PENUTUP

Kegiatan Ketrampilan P3K bagi peserta didik merupakan alat pendidikan watak yang akan dapat meningkatkan ketahanan mental-moral-spiritual, pisik, intelektual, emosional, dan social; serta dapat menambah rasa percaya diri, tanggung jawab dan kepedulian kpada orang lain.

Sumber : pramukanet

Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) bagi Backpacker (Bagian 1)

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
a. Berhenti bernafas
b. Pendarahan parah
c. Shok
d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.


MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.
Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.
Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka
3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b. P3K bagi korban Sengatan Listrik
1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering
2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah
1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.
Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.
Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.
2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.
3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok
1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok
a) Denyut nadi cepat tapi lemah
b) Merasa lemas
c) Muka pucat
d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
e) Merasa haus
f) Merasa mual
g) Nafas tidak teratur
h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :
a) Menghentikan pendarahan
b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
c) Memberi nafas buatan
d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah - langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :
a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.
Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya
d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :
- 1 sendok teh garam dapur
- ½ sendok teh tepung soda kue
- 4-5 gelas air
- dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh
e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
f) Cepat-cepat panggil dokter

Teknik Mengerem yang Benar

Pengereman adalah hal yang paling penting diketahui pengendara saat berkendara sepeda motor. Ironisnya masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak tahu teknik pengereman yang benar. Bahkan dalam kurikulum training Safety Riding Honda, materi pengereman adalah materi yang pertama diajarkan dalam “menu saat berkendara”.

Pada saat kita memutuskan untuk belajar mengendarai sepeda motor, hal pertama yang harus kita pertimbangkan untuk menghindari diri dari resiko kecelakaan adalah bagaimana kita dapat menguasai teknik untuk menghentikan laju kendaraan. Satu-satunya alat yang bisa dengan aman mengurangi laju kendaraan dan menghentikan kendaraan adalah rem.

Engine brake : efek pengereman yang ditimbulkan akibat penurunan kecepatan putaran mesin (tidak ada untuk type matic), bisa membantu mengurangi laju kendaraan akan tetapi yang bisa menghentikan laju kendaraan adalah rem. Apabila teknik pengereman sudah dikuasai dan terlatih untuk melakukannya, maka kepercayaan diri akan meningkat dan jarak pengereman bisa diperpendek.

Semakin pendek jarak pengereman akan semakin baik, semakin jauh resiko kita terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Pada sepeda motor kita mengenal rem depan dan rem belakang. Paling efektif untuk menghentikan laju kendaraan adalah rem depan. Artinya apabila teknik pengereman telah dikuasai dengan baik, maka jarak pengereman paling pendek akan diperoleh apabila mengaplikasikan rem depan. Rem belakang hanya digunakan sebagai penyeimbang. Dalam kondisi latihan biasanya kita atur segalanya adalah ideal dan dilakukan secara berulang, hal ini semata-mata untuk mengasah kemampuan kita dalam menguasai teknik dasar pengereman. Pada saat berkendara di jalan raya penting untuk kita memperhatikan hal-hal lain yang tidak akan kita jumpai seperti pada saat latihan, misalnya : kondisi jalan yang tidak rata, berpasir, basah, dan sebagainya.

Dalam latihan, bisa dicoba beberapa pengereman; pengereman dengan menggunakan rem belakang saja, kemudian rem depan saja, dan terakhir cobalah dengan teknik pengereman yang benar dengan menggunakan kedua rem. Dengan kondisi yang ideal cobalah untuk merasakan dan membandingkan jarak pengereman yang dihasilkan.
Urut-urutan dalam proses pengereman (dengan SM type sport) yang penting untuk dilatih (sampai dengan sepeda motor berhenti) :
  1. Melajulah dengan kecepatan tertentu. Untuk awal, 40 km/jam cukup untuk kita bisa melatih teknik dasar pengereman. Gunakan gigi 4 ke atas.
  2. Pada saat kita putuskan untuk mengerem, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepaskan putaran gas (deselerasi). Posisi tangan saat ini adalah menggenggam penuh grip gas (tidak ada jari yang standby pada tuas rem depan).
  3. Kemudian langkah berikutnya adalah tangan menarik tuas rem depan dengan cara diremas (seperti bersalaman) dan pada saat yang bersamaan kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang. Pastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga resiko tergelincir/terpeleset tidak terjadi.
  4. Tepat saat sepeda motor akan berhenti, tarik tuas kopling sehingga mesin tidak mati dan turunkan kaki kiri saat berhenti.
  5. Dalam latihan tidak disarankan menggunakan engine brake, semata-mata untuk melatih diri dalam penguasaan teknik dasar pengereman.
  6. Langkah tersebut dilakukan secara berulang sampai benar-benar dikuasai.
  7. Sebagai evaluasi, dengan teknik pengereman yang benar maka dapat dilakukan pengukuran jarak pengereman (dengan memberikan marking sebagai penanda jarak di sepanjang lintasan pengereman).
  8. Setelah evaluasi diperoleh, selanjutnya latihan dapat dilanjutkan dengan menambah kecepatan sesuai kemampuan, misal: 60 km/jam.
Perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk mengaplikasikan rem depan sekuat-kuatnya untuk awal latihan. Resiko terjungkal akan didapatkan apabila “feeling” dalam meremas tuas rem depan dengan optimal belum dikuasai. Latihan berulang dibutuhkan untuk mendapatkan penguasaan yang maksimal.

Sumber : www.astra-honda.com

Menjalankan motor dengan aman

Posisi duduk

Untuk dapat mengemudikan dengan baik :

• Ambil posisi duduk yang nyaman, dapat mencapai stang kemudi dengan baik posisi siku tidak lurus tetapi tertekuk sedikit sehingga dapat membelokkan motor dengan sempurna tanpa harus menggerakan pinggang.

• Dapat memegang stang kemudi dengan mantap, genggam hendel sedemikian sehingga dapat menarik tuas kopling dan tuas rem depan dengan baik, stel stang dan kedudukan tuas rem serta kopling pada posisi siku dan tangan kiri dan kanan pada ketinggian yang sama sehingga otot bahu dan tangan seimbang kiri dan kanannya.

• Lutut agar dirapatkan kearah tangki, kecuali pada bebek lutut tidak direnggangkan untuk mempermudah menyeimbangkan dan kestabilan jalannya motor.

• Letakkan kaki pada pedal kaki untuk menyeimbangkan jalannya motor, letakkan posisi kaki dekat pada rem belakang ataupun gigi percepatan sehingga dapat bereaksi dengan cepat bila menghadapi kondisi lalu lintas yang berbahaya.

Membelok

Pengendara motor sering berjalan terlalu kencang ditikungan atau pada saat
membelok yang sering mengakibatkan terpaksa keluar lajur atau masuk ke jalur
lawan atau keluar dari jalan ataupun bereaksi terlalu keras dengan menginjak rem
secara mendadak yang dapat mengakibatkan motor tergelincir. Untuk dapat menikung
dengan baik harus mengambil langkah:

• Mengurangi kecepatan dengan mengecilkan gas, dan bilamana diperlukan, mengerem dengan kedua rem depan dan belakang

• Amati tikungan atau belokan yang akan dilalui, pilih lintasan yang akan dilalui, arahkan kepala kejurusan yang akan dilalui tanpa menggerakkan bahu serta posisi mata tetap pada bidang datar/horizontal

• Untuk membelok pengendara harus memiringkan motornya untuk mengatasi gaya sentrifugal, pada kecepatan normal pengendara ikut memiringkan badan, dan pada kecepatan rendah hanya motornya saja yang dimiringkan.

• Hindari menurunkan kecepatan pada saat sedang membelok, lebih baik mempercepat perlahan-lahan.

Mengerem

• Jarak pengereman tergantung pada rem mana yang digunakan, rem depan lebih baik dari rem belakang, akan lebih baik kalau menggunakan kedua rem sekaligus karena dapat berhenti pada jarak yang lebih pendek dalam keadaan lebih stabil. Penggunaan rem depan saja atau rem belakang saja pada kecepatan tinggi dapat mengganggu kestabilan jalannya motor terutama pada saat jalan dalam keadaan basah ataupun berpasir, bahkan bisa terjatuh. Untuk itu disarankan untuk menggunakan kedua rem.

• Pada saat ditikungan gesekan dijalan sebagian digunakan untuk mengatasi gaya sentrifugal sehingga gaya pengereman berkurang, dan dapat mengakibatkan slip.

Pemindahan versneling

• Pemindahan gigi versneling harus disesuaikan dengan kecepatan motor melaju, ataupun pemindahan ke gigi yang lebih rendah pada saat menikung, pergantian gigi dapat juga dilakukan pada saat ditikungan, jangan menarik kopling pada saat berada ditikungan kecuali pada saat mengganti gigi versneling. Demikian juga pada saat melalui lintasan yang menurun perlu digunakan gigi yang rendah ataupun pada saat menanjak perlu menggunakan gigi yang rendah untuk memberikan tenaga yang lebih besar.

• Pada saat menurunkan gigi versneling dilakukan pada saat menurunkan kecepatan.

KENALI MOTOR YANG AKAN DIGUNAKAN

Untuk menjalankan motor dijalan pengendara dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang akan ditemukan pada saat berlalu lintas dijalan. Beberapa tip berikut patut dipertimbangkan sebelum mengunakan motor :

Gunakan Motor yang Sesuai
Pertama anda harus memilih motor yang sesuai dengan pengendara yang akan menggunakan, harus pas dengan badan pengendara, kaki harus bisa menjejak ke tanah. Sepedamotor setidak-tidaknya harus dilengkapi dengan lampu utama (jauh dan dekat), lampu belakang dan lampu rem, rem depan dan belakang, lampu sein dan dua buah kaca spion.

Meminjam atau Meminjamkan
Meminjam atau meminjamkan motor harus hati-hati, pada bulan-bulan pertama memiliki motor pengendara perlu waktu penyesuaian untuk membiasakan diri mengemudikan motor. Hal ini akan bertambah sulit kalau meminjam motor orang lain. Separuh dari kejadian kecelakaan terjadi pada 6 bulan pertama mengemudikan motor.

Kenali Alat Kendali Motor
Kenali seluruh perlengkapan motor sebelum menggunakan motor. Periksalah seluruh motor untuk mengetahui posisi tombol lampu sein, lampu besar, klakson, kunci kontak. Coba pergunakan seluruh peralatan tersebut.
Kenali cara kerja gigi percepatan, pedal rem, gas, kopling sebelum menggunakan motor.

Pemeriksaan Sebelum Berjalan
Sepedamotor memerlukan perhatian yang lebih besar dari mobil. Bila terjadi sesuatu masalah pengendara dapat jatuh. Periksalah motor sebelum berjalan seperti tekanan angin ban, ketebalan ban, periksa oli, oli samping ataupun cairan pendingin, periksa juga minyak rem. Periksa apakah semua lampu, besar lampu jauh dan dekat, lampu rem, lampu sein berfungsi dengan baik
Setelah duduk diatas motor dan motor dihidupkan periksalah apakah kopling berfungsi dengan baik berfungsi dengan baik, rem berfungsi, sesuaikan posisi kaca spion sehingga lalu lintas yang berada dibelakang dapat terlihat dengan jelas dan pastikan klakson berfungsi dengan baik.
Sekali seminggu periksalah seluruh motor dengan baik apakah ada kebocoran, kabel-kabel tidak ada yang , putus atau lepas, periksa juga baut-baut yang longgar serta tegangan rantai/belt.