Rabu, 23 Juni 2010

Jangan Biarkan Ganggu Pandangan

Selain kesadaran keselamatan di sektor kepala dan pengin gaya keren, beragam helm jadi pilihan rakyat bikers. Ada yang halfface atau fullface, ada yang kaca bening ada pula yang gelap. Nah, saat musim hujan begini, bukan hal aneh kalau tiba-tiba lagi asyik meluncur di jalan raya, brees...kena hujan gede. Setiap pengguna helm berhadapan dengan masalah sesuai helm yang dipakai.

Tentu berkait dengan gangguan pada pandangan mata. "Itu prinsip yang sangat penting. Pandangan jangan sampai terganggu dalam berkendara," terang Anggono Iriawan, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Bagi pengguna helm fullface, ada beberapa ancaman gangguan saat tiba-tiba hujan deras saat melintas. "Pengembunan pada kaca, atau air yang jadi titik besar pada kaca. Biasanya terjadi pada helm yang kualitas kacanya kurang bagus atau tidak ada antifog," terang AIR, panggilan beken Anggono Iriawan.

Upaya mengatasi pengembunan, bisa ditempuh lewat sedikit membuka kaca. Sehingga hawa panas reda karena ada udara yang lebih besar dari luar. "Enggak usah gede-gede, sedikit aja juga sudah bisa," jelas Anggono.

Ada lagi tuh tips sederhan lainnya. Biasanya, pengembunan saat berhenti di lampu merah. Soalnya, saat jalan ada suhu dingin dari lubang ventilasi yang bisa mengeliminir pengembunan.

"Saat motor berhenti, cara nafasnya agak dibedakan. Bibir bagian atas agak dimonyongin, bibir bawah ditarik ke dalam. Lalu arahkan nafas ke bawah. Itu membuat hawa panas dari nafas enggak menuju ke kaca," terang Rizky Mario, Supervisor Safety Riding PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Bagi pengguna kaca gelap, tidak ada toleransi. Ketimbang pandangan terganggu, musti buka tuh kaca. Biasanya dibuka sampai ke atas mata, jadi sisa kaca yang masih melambai, jadi pet yang menahan air yang turun deras dari depan. Tahu sendiri, kan helm fullface tidak semua pake pet.

"Tapi kalau dibuka mata sudah terganggu air dan angin, maka mendingan berhenti. Pandangan yang terganggu bisa jadi biang kecelakaan," ingat Kiki, panggilan akrab Rizky Mario.

Sebagai antisipasi, sudah semestinya saat hujan seperti ini pengendara tidak gambling menggunakan kaca gelap. "Apalagi kalau dia jalan di sore atau malam hari. Lupakan dulu gaya, yang Hujanpenting safety. Ganti aja pake kaca yang bening dan berkualitas. Sehingga tidak repot sendiri saat tiba-tiba hujan datang," papar Kiki, yang juga aktif ngurus balap.

Soal batasan kapan saatnya memutuskan pandangan sudah terganggu sehingga tidak bisa memaksa untuk terus jalan, bisa disadari oleh pengendara itu sendiri. "Prinsipnya, Kalau melihat ke depan atau kendaraan yang ada di depannya sampai di jarak kira-kira 10 meter ke depan sudah tidak jelas, maka itu riskan diteruskan," ingat Anggono lagi.

Kemudian, untuk mengatasi bintik air di permukaan kaca luar yang mengganggu pandangan, langkah dadurat bisa dilakukan dengan membersihkan dulu bagian kaca luar pakai sampo. Modal gopek, sudah bisa beli sampo saset di warung.

Em-Plus sudah coba itu saat turing Jawa-Bali. Ketika kaca luar bersih dan licin, potensi bintik air di kaca bisa mudah diatasi.

Sumber : www.motorplus-online.com

Demi Safety Dan Sehat!

Inilah asyiknya jadi bikers. Kalau panas kepanasan kalau hujan main hujan-hujanan. He..he…! Apa boleh buat itulah hidup kita Bro.

Makanya saat datang musim hujan, riders sejati harus mampu antisipasi. Mulai pakaian alias jas hujan sampai sarung tangan harus dimiliki. Biar hujan mengguyur, badan tetap kering. Lha, apa saja yang harus kita perlukan dalam memilih peranti ini.

Jas hujan, kualitasnya lain-lain. Paling pertama disasar adalah jas hujan yang ngepas tubuh. Artinya, ia nggak macam Batman yang seperti jubah jika terkena air. “Harga memang menentukan untuk jas hujan kualitas baik,” jelas Chandra, dari Chandra Motor Kebun Jeruk. Buat pedege variasi luks ini, riders yang baik harusnya tak tawar banyak kompromi soal pilihan jas hujan ideal.

Em-Plus meneliti beberapa jenis jas hujan ideal untuk bikers. Disarankan memilih bahan kualitias baik PVC atau Poly PVC, model 2 potong dan fiks di tubuh. “Baiknya yang bercoating glossy alias bening antiembun. Bahan ini sangat baik karena kuat dan jahitan hotpress,” nilai Danu Herlambang dari Danu Technologi Motor Clouth (DTMC) pembuat baju dan celana bikers.

Soal teknik jahitan hot press ini sangat penting. Artinya, sambungan antarbahan nggak dijahit hingga air nggak bisa tembus. Perhatikan juga sambungan di tangan. Jas hujan yang baik terdapat karet penahan air di pergelangan agar air nggak masuk. Sedang bagian luarnya tetap seperti jaket biasa hingga secara estetika tetap Oakley.

Makin afdal, perhatikan juga apakah jas hujan yang bakal dibeli dilengkapi lubang angin untuk melepaskan angin. Biasanya disimpan di bagian ketiak. Saat ada angin masuk, ia akan dilepas keluar hingga jaket hujan tak menggembung.

Untuk kesempurnaan lainnya, pilih pengikat tudung kepala yang sistem simpul pengunci tali, bukannya ikatan manual.

MURAH MERIAH TAPI MELINDUNGI

Tetap kering nggak harus mahal. Sediakan kantong kresek untuk beberapa peranti penting macam HP, dompet dan barang berharga lainnya. Bungkus sebelum masuk tas atau ransel. Jika tak punya ‘kondom’ sepatu, kondomi dulu kaki sampeyan sebelum masuk ke sepatu. Biar sepatu basah, kaki tetap kering.

Sumber : www.motorplus-online.com

Awas Riding Position

Seorang Tigeris mengeluh pada dr. Aviandy Sukarto Msc. SpKP terapis Zona Meridian juga pakar kedokteran komunitas. Intinya keluhan nyeri pada pergelangan tangan dan tulang belakangnya. Dokter yang akrab disapa kang Dondy ini lantas meminta sang rider memperlihatkan motornya.

”Dari gambar ponselnya saya lihat nyemplak Tiger bergaya retro aliran Jap’s Style. Dari situ saya pelajari penyebab keluhannya, ternyata ada hubungannya dengan desain motor,” jelas dokter yang juga Harleymania ini.

Seorang mahasiswa Rahmat H. Saputra, meneliti mengenai hubungan antar sakit punggung dan berkendara. Kesimpulan penelitiannya, posisi berkendara yang salah akan menekan puggung belakang hingga menyebabkan nyeri punggung bawah atau low back pain.

Ini jelas kasus menarik! Lebih detial lagi Kang Dondy melihatfaktor bahaya di desain Jap’s Style yang rata-rata memakai setang dragbar, raiser tinggi, pijakan kaki di depan, jok lebih tipis dari standar dan sok belakang variasi ulir renggang agar minimalis.

Yuk kita uraikan. Desain seperti ini membuat rider ada dalam posisi menunduk. ”Sebagai contoh, posisi menunduk ala balap lebih aman, pasalnya pijakan kakinya ke belakang. Di Japs, rider menunduk tapi pijakan kaki di depan, ini rentan menyerang tulang belakang. Ditambah jok tipis dan per belakang yang rebound-nya tak maksimal,” kata Dondy lagi.

Ia lantas membandingkan dengan chopperis baik yang menganut hardtail ataupun softail, ”Chopper malah lebih aman, walau pijakan kaki di depan, posisi setang mendekati jangkauan baik desain ape hanger maupun bullhorned. Tulang belakang tidak terserang. Faktor bahaya dari mereka adalah ginjal, apalagi untuk yang rigid,” urainya.

Kembali ke Jap’s. Saat riding secara terus menerus, posisi ini membuat tulang belakang lumbal 4-5 terkena. ”Getaran dan posisi seperti itu dan tentunya nutrisi, usia dan hal-hal lain akan membuat bantalan di antara tulang mengeras. Ini bisa menyebakan tumbuhnya tulang baru di samping kiri-kanan ruas tulang tadi (spur formation). Nah, tumbuhnya tulang tadi bisa menjepit susunan urat syaraf terutama di tulang punggung.” Beberapa gejala akan terasa. Selain sakit pinggang, kesemutan dan keram akan menyerang.”

Gawatnya lagi nggak cuma tulang punggung yang kena.”Riding position seperti itu membuat kepala yang dibebani helm menjadi semacam bandul. Tulang leher akan mendapatkan beban yang berat ketimbang posisi duduk ideal. Efeknya tangan akan kesemutan, jari tengah tidak bisa ditekuk, jempol sakit, pergelangan tangan sakit ini berhubungan dengan gangguan syaraf tepi 2-3-4,” katanya lagi.

Untuk itu, ia ini mewanti agar biker berhati-hati memilih desain motor. ”Estetika juga tren memang sip, tapi jangan lupakan juga kesehatan, apalagi yang menyangkut riding position yang bakal menyerang tulang,” seriusnya.

Solusinya harus menyesuaikan ergonomi nyaman dan ideal saat membangun motor. Konsultasikan hal ini pada buildernya. Di sisi lain, gaya hidup, nutrisi juga perlu diperhatikan. ”Pola makan gak baik atau kolesterol tinggi misalnya akan menyebabkan Laju Endap Darah jadi tinggi. Darah mengental sel darah lebih banyak dari serumnya. Ini memicu terjadinya pengapuran tulang,” jelasnya.

Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) bagi Backpacker (Bagian 2)

e. P3K patah tulang
1) Tanda-tanda patah tulang
a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal
c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan
d) Kulit tidak terasa kalau disentuh
e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang
a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.
b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :
- hentikan pendarahan serius yang terjadi
- usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan
- upayakan lalu lintas udara tetap lancer
- jika diperlukan buatlah nafas buatan
- jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak
d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.
Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.


3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya
a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan
• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada
• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar
• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari
• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut
• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah
• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah
Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha
• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk
• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan Pembalutan

1) Pembalut
Macam-macam pembalut :
a) Pembalut kasa gulung
b) Pembalut kasa perekat
c) Pembalut penekan
d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
e) Gulungan kapas
f) Pembalut segi tiga (mitella)


2) Pembalutan
a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening
b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki
c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan
d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi
e) Pembalutan spiral pada tangan
f) Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

2. Budaya Hidup Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki budaya hidup sehat, dengan jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :

1) Selalu menjaga kebersihan badan, misalnya pemeliharaan kuku, tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi, dsb.
2) Menjaga dan menciptakan kesegaran jasmani dan kesehatan badan, dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam pagi, jogging, melatih pernapasan, minum air putih, dsb.
3) Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan ketangkasan jasmani dengan berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang laying, dsb.
4) Menjaga kebesihan makanan dan minuman, serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi.
5) Selalu menciptakan kebersihan rumah dan peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah
6) Memahami berbagai macam penyakit dan penanggulangannya.


PENUTUP

Kegiatan Ketrampilan P3K bagi peserta didik merupakan alat pendidikan watak yang akan dapat meningkatkan ketahanan mental-moral-spiritual, pisik, intelektual, emosional, dan social; serta dapat menambah rasa percaya diri, tanggung jawab dan kepedulian kpada orang lain.

Sumber : pramukanet

Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) bagi Backpacker (Bagian 1)

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
a. Berhenti bernafas
b. Pendarahan parah
c. Shok
d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.


MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.
Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.
Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka
3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b. P3K bagi korban Sengatan Listrik
1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering
2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah
1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.
Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.
Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.
2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.
3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok
1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok
a) Denyut nadi cepat tapi lemah
b) Merasa lemas
c) Muka pucat
d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
e) Merasa haus
f) Merasa mual
g) Nafas tidak teratur
h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :
a) Menghentikan pendarahan
b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
c) Memberi nafas buatan
d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah - langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :
a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.
Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya
d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :
- 1 sendok teh garam dapur
- ½ sendok teh tepung soda kue
- 4-5 gelas air
- dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh
e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
f) Cepat-cepat panggil dokter

Teknik Mengerem yang Benar

Pengereman adalah hal yang paling penting diketahui pengendara saat berkendara sepeda motor. Ironisnya masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak tahu teknik pengereman yang benar. Bahkan dalam kurikulum training Safety Riding Honda, materi pengereman adalah materi yang pertama diajarkan dalam “menu saat berkendara”.

Pada saat kita memutuskan untuk belajar mengendarai sepeda motor, hal pertama yang harus kita pertimbangkan untuk menghindari diri dari resiko kecelakaan adalah bagaimana kita dapat menguasai teknik untuk menghentikan laju kendaraan. Satu-satunya alat yang bisa dengan aman mengurangi laju kendaraan dan menghentikan kendaraan adalah rem.

Engine brake : efek pengereman yang ditimbulkan akibat penurunan kecepatan putaran mesin (tidak ada untuk type matic), bisa membantu mengurangi laju kendaraan akan tetapi yang bisa menghentikan laju kendaraan adalah rem. Apabila teknik pengereman sudah dikuasai dan terlatih untuk melakukannya, maka kepercayaan diri akan meningkat dan jarak pengereman bisa diperpendek.

Semakin pendek jarak pengereman akan semakin baik, semakin jauh resiko kita terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Pada sepeda motor kita mengenal rem depan dan rem belakang. Paling efektif untuk menghentikan laju kendaraan adalah rem depan. Artinya apabila teknik pengereman telah dikuasai dengan baik, maka jarak pengereman paling pendek akan diperoleh apabila mengaplikasikan rem depan. Rem belakang hanya digunakan sebagai penyeimbang. Dalam kondisi latihan biasanya kita atur segalanya adalah ideal dan dilakukan secara berulang, hal ini semata-mata untuk mengasah kemampuan kita dalam menguasai teknik dasar pengereman. Pada saat berkendara di jalan raya penting untuk kita memperhatikan hal-hal lain yang tidak akan kita jumpai seperti pada saat latihan, misalnya : kondisi jalan yang tidak rata, berpasir, basah, dan sebagainya.

Dalam latihan, bisa dicoba beberapa pengereman; pengereman dengan menggunakan rem belakang saja, kemudian rem depan saja, dan terakhir cobalah dengan teknik pengereman yang benar dengan menggunakan kedua rem. Dengan kondisi yang ideal cobalah untuk merasakan dan membandingkan jarak pengereman yang dihasilkan.
Urut-urutan dalam proses pengereman (dengan SM type sport) yang penting untuk dilatih (sampai dengan sepeda motor berhenti) :
  1. Melajulah dengan kecepatan tertentu. Untuk awal, 40 km/jam cukup untuk kita bisa melatih teknik dasar pengereman. Gunakan gigi 4 ke atas.
  2. Pada saat kita putuskan untuk mengerem, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepaskan putaran gas (deselerasi). Posisi tangan saat ini adalah menggenggam penuh grip gas (tidak ada jari yang standby pada tuas rem depan).
  3. Kemudian langkah berikutnya adalah tangan menarik tuas rem depan dengan cara diremas (seperti bersalaman) dan pada saat yang bersamaan kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang. Pastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga resiko tergelincir/terpeleset tidak terjadi.
  4. Tepat saat sepeda motor akan berhenti, tarik tuas kopling sehingga mesin tidak mati dan turunkan kaki kiri saat berhenti.
  5. Dalam latihan tidak disarankan menggunakan engine brake, semata-mata untuk melatih diri dalam penguasaan teknik dasar pengereman.
  6. Langkah tersebut dilakukan secara berulang sampai benar-benar dikuasai.
  7. Sebagai evaluasi, dengan teknik pengereman yang benar maka dapat dilakukan pengukuran jarak pengereman (dengan memberikan marking sebagai penanda jarak di sepanjang lintasan pengereman).
  8. Setelah evaluasi diperoleh, selanjutnya latihan dapat dilanjutkan dengan menambah kecepatan sesuai kemampuan, misal: 60 km/jam.
Perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk mengaplikasikan rem depan sekuat-kuatnya untuk awal latihan. Resiko terjungkal akan didapatkan apabila “feeling” dalam meremas tuas rem depan dengan optimal belum dikuasai. Latihan berulang dibutuhkan untuk mendapatkan penguasaan yang maksimal.

Sumber : www.astra-honda.com

Menjalankan motor dengan aman

Posisi duduk

Untuk dapat mengemudikan dengan baik :

• Ambil posisi duduk yang nyaman, dapat mencapai stang kemudi dengan baik posisi siku tidak lurus tetapi tertekuk sedikit sehingga dapat membelokkan motor dengan sempurna tanpa harus menggerakan pinggang.

• Dapat memegang stang kemudi dengan mantap, genggam hendel sedemikian sehingga dapat menarik tuas kopling dan tuas rem depan dengan baik, stel stang dan kedudukan tuas rem serta kopling pada posisi siku dan tangan kiri dan kanan pada ketinggian yang sama sehingga otot bahu dan tangan seimbang kiri dan kanannya.

• Lutut agar dirapatkan kearah tangki, kecuali pada bebek lutut tidak direnggangkan untuk mempermudah menyeimbangkan dan kestabilan jalannya motor.

• Letakkan kaki pada pedal kaki untuk menyeimbangkan jalannya motor, letakkan posisi kaki dekat pada rem belakang ataupun gigi percepatan sehingga dapat bereaksi dengan cepat bila menghadapi kondisi lalu lintas yang berbahaya.

Membelok

Pengendara motor sering berjalan terlalu kencang ditikungan atau pada saat
membelok yang sering mengakibatkan terpaksa keluar lajur atau masuk ke jalur
lawan atau keluar dari jalan ataupun bereaksi terlalu keras dengan menginjak rem
secara mendadak yang dapat mengakibatkan motor tergelincir. Untuk dapat menikung
dengan baik harus mengambil langkah:

• Mengurangi kecepatan dengan mengecilkan gas, dan bilamana diperlukan, mengerem dengan kedua rem depan dan belakang

• Amati tikungan atau belokan yang akan dilalui, pilih lintasan yang akan dilalui, arahkan kepala kejurusan yang akan dilalui tanpa menggerakkan bahu serta posisi mata tetap pada bidang datar/horizontal

• Untuk membelok pengendara harus memiringkan motornya untuk mengatasi gaya sentrifugal, pada kecepatan normal pengendara ikut memiringkan badan, dan pada kecepatan rendah hanya motornya saja yang dimiringkan.

• Hindari menurunkan kecepatan pada saat sedang membelok, lebih baik mempercepat perlahan-lahan.

Mengerem

• Jarak pengereman tergantung pada rem mana yang digunakan, rem depan lebih baik dari rem belakang, akan lebih baik kalau menggunakan kedua rem sekaligus karena dapat berhenti pada jarak yang lebih pendek dalam keadaan lebih stabil. Penggunaan rem depan saja atau rem belakang saja pada kecepatan tinggi dapat mengganggu kestabilan jalannya motor terutama pada saat jalan dalam keadaan basah ataupun berpasir, bahkan bisa terjatuh. Untuk itu disarankan untuk menggunakan kedua rem.

• Pada saat ditikungan gesekan dijalan sebagian digunakan untuk mengatasi gaya sentrifugal sehingga gaya pengereman berkurang, dan dapat mengakibatkan slip.

Pemindahan versneling

• Pemindahan gigi versneling harus disesuaikan dengan kecepatan motor melaju, ataupun pemindahan ke gigi yang lebih rendah pada saat menikung, pergantian gigi dapat juga dilakukan pada saat ditikungan, jangan menarik kopling pada saat berada ditikungan kecuali pada saat mengganti gigi versneling. Demikian juga pada saat melalui lintasan yang menurun perlu digunakan gigi yang rendah ataupun pada saat menanjak perlu menggunakan gigi yang rendah untuk memberikan tenaga yang lebih besar.

• Pada saat menurunkan gigi versneling dilakukan pada saat menurunkan kecepatan.

KENALI MOTOR YANG AKAN DIGUNAKAN

Untuk menjalankan motor dijalan pengendara dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang akan ditemukan pada saat berlalu lintas dijalan. Beberapa tip berikut patut dipertimbangkan sebelum mengunakan motor :

Gunakan Motor yang Sesuai
Pertama anda harus memilih motor yang sesuai dengan pengendara yang akan menggunakan, harus pas dengan badan pengendara, kaki harus bisa menjejak ke tanah. Sepedamotor setidak-tidaknya harus dilengkapi dengan lampu utama (jauh dan dekat), lampu belakang dan lampu rem, rem depan dan belakang, lampu sein dan dua buah kaca spion.

Meminjam atau Meminjamkan
Meminjam atau meminjamkan motor harus hati-hati, pada bulan-bulan pertama memiliki motor pengendara perlu waktu penyesuaian untuk membiasakan diri mengemudikan motor. Hal ini akan bertambah sulit kalau meminjam motor orang lain. Separuh dari kejadian kecelakaan terjadi pada 6 bulan pertama mengemudikan motor.

Kenali Alat Kendali Motor
Kenali seluruh perlengkapan motor sebelum menggunakan motor. Periksalah seluruh motor untuk mengetahui posisi tombol lampu sein, lampu besar, klakson, kunci kontak. Coba pergunakan seluruh peralatan tersebut.
Kenali cara kerja gigi percepatan, pedal rem, gas, kopling sebelum menggunakan motor.

Pemeriksaan Sebelum Berjalan
Sepedamotor memerlukan perhatian yang lebih besar dari mobil. Bila terjadi sesuatu masalah pengendara dapat jatuh. Periksalah motor sebelum berjalan seperti tekanan angin ban, ketebalan ban, periksa oli, oli samping ataupun cairan pendingin, periksa juga minyak rem. Periksa apakah semua lampu, besar lampu jauh dan dekat, lampu rem, lampu sein berfungsi dengan baik
Setelah duduk diatas motor dan motor dihidupkan periksalah apakah kopling berfungsi dengan baik berfungsi dengan baik, rem berfungsi, sesuaikan posisi kaca spion sehingga lalu lintas yang berada dibelakang dapat terlihat dengan jelas dan pastikan klakson berfungsi dengan baik.
Sekali seminggu periksalah seluruh motor dengan baik apakah ada kebocoran, kabel-kabel tidak ada yang , putus atau lepas, periksa juga baut-baut yang longgar serta tegangan rantai/belt.

Tips Touring dan Tata Tertib Touring

Persiapan Touring

Touring adalah perjalanan jarak jauh, biasanya ke luar kota atau luar propinsi. Untuk itu perlu persiapan yang memadai, selain fisik dan mental, juga perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:

* Perikasa surat-surat kendaraan seperti STNK, SIM dan identitas lainnya.
* Gunakan selalu pelindung kepala (helm)
* Siapkan atribut kendaraan seperti sarung tangan dan jaket.
* Periksa kondisi kendaraan motor apakah layak jalan atau tidak.
* Siapkan aksesoris kendaraan seperti klakson.
* Siapkan pakaian secukupnya.
* Siapkan makanan ringan.
* Matikan handphone dan dilarang merokok selama perjalanan.
* Ikuti petunjuk Fouridjer.
* Biasakan berdoa sebelum memacu kendaraan.
* Patuhi rambu lalulintas di sepanjang jalan.

Hand Signal
Apabila kita melakukan rolling atau touring, maka diperlukan seorang yg bertugas sebagai Fouridjer, yaitu yang memandu anggota di belakangnya.
Agar perjalanan menjadi teratur dan aman, diperlukan informasi dari pengendara di depannya. Informasi ini diberikan dalam bentuk aba-aba tangan atau kaki. Foridjer yang mengendarai paling depan.. harus mengawali memberikan aba-aba ini.


Tata Tertib Touring


1. PERATURAN KELENGKAPAN BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR
Setiap pengendara wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM C),
bagi anggota yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengikuti
aturan touring

Setiap pengendara harus memeriksa kelengkapan pada setiap kendaraan
sepeda motornya yang meliputi , sbb:
* SpiOn
* Lampu Depan & Belakng
* Lampu Sein
* Plat Nomor standart POLDA

Setiap pengendara wajib mengenakan keselamatan tubuh , sbb :
* HeLm FulL FaCe
* Sarung Tangan
* Sepatu
* Masker
* Jas Hujan / PONCO ( Rain Cout )

Setiap pengendara wajib membawa peralatan kunci ( TOOL KIT ), sbb :
* Kunci Pass ukuran standar motor masing-masing
* Kunci Busi
* Dan lain-lain

Setiap pengendara disarankan membawa fasilitas ban dalam dengan ukuran type masing-masing sepeda motor (Bagi motor yang tipe memakai ban dalam)

Untuk menjaga adanya kebocoran pada ban luar anda & hindari seperti pecahan kaca dan kerikil tajam

Setiap pengendara wajib membawa surat jalan yang telah di buat oleh panitia touring

2. PERATURAN LALIN SEPEDA MOTOR

Setiap pengendara wajib mentaati rambu-rambu lalu lintas seperti lampu merah, marka jalan dll.

Setiap pengendara tidak diperkenankan saling mendahului rombongan

Setiap pengendara diharuskan menyalakan lampu malam pada saat rombongan berjalan pada siang hari

Setiap pengendara dilarang keras membawa senjata tajam dan NARKOBA

Setiap pengendara harus melihat aba-aba dari petugas yang telah ditentukan

Setiap pengendara harus dalam keadaaan sehat, bagi yang sakit tidak boleh mengikuti touring

3. PETUGAS PENANGGUNG JAWAB ROMBONGAN

Setiap kegiatan touring rombongan mempunyai beberapa petugas , sbb :
* ROAD CAPTAIN
* SWEEPER
* BLOKER
* ANGGOTA
* MEKANIK

Setiap satu rombongan memiliki petugas yang berbeda-beda fungsinya berikut keterangannya :

a. ROAD CAPTAIN
Fungsi kerjanya adalah membawa satu rombongan yang terdiri lebih dari 50 sepeda motor dengan melihat satu jalur jalan dengan memberikan aba-aba / code yang telah ditentukan

b. SWEEPER
Fungsi kerjanya adalah memberikan arahan pada rombongan apabila terjadi sesuatu halangan di depan jalur jalan dan membuka jalur jalan apabila di depan ada kemacetan untuk melancarkan perjalanan rombongan

c. BLOKER
Fungsi kerjanya adalah menutup bahu jalan apabila di depan ada suatu perempatan/pertigaan jalan yang mana rombongan tidak dapat dilalui kendaraan lain

d. ANGGOTA
Fungsi kerjanya adalah mengikuti setiap arahan dari petugas dan tidak diperkenankan anggota menghalangi laju jalur petugas (SWEEPER) dan tidak boleh saling mendahului

e. MEKANIK
Fungsi kerjanya adalah memperbaiki kendaraan sepeda motor apabila di satu rombongan mengalami kerusakan ringan / berat

PERATURAN DIBUAT SEMATA-MATA HANYA MENGINGATKAN BAGI PENGENDARA AGAR MELAKSANAKAN DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB.

Aturan Mengenai Lampu Rotator dan Sirine di Jalan Raya Wilayah Indonesia

Pasal 65 Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas menyebutkan bahwa, dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang menyinarkan:

1. Cahaya kelap kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya.
2. Cahaya berwarna merah ke arah depan.
3. Cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Pasal 66 PP Nomor 44 Tahun 1993
Lampu Isyarat berwarna Biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor:

1. Petugas penegak Hukum tertentu
2. Dinas pemadam Kebakaran
3. Penanggulangan Bencana
4. Ambulance
5. Unit Palang Merah
6. Mobil Jenazah

Pasal 67 PP Nomor 44 Tahun 1993
Lampu Isyarat berwarna Kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

1. Untuk membangun, merawat atau membersihkan fasilitas umum 2. Untuk menderek kendaraan
3. Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.
4. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.
5. Milik Instansi Pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang yang diangkut.

Pasal 68 PP Nomor 44 Tahun 1993
Mobil Bus dan Mobil Barang ukuran besar dapat memasang lampu - lampu berwarna pada atapnya, untuk membantu kendaraan lain mengenalnya pada malam hari

Selanjutnya, mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 1992 dan Pasal 72 PP Nomor 43 Tahun 1993, bahwa isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat di gunakan oleh:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan pemadam kebakaran. b. Ambulans yang sedang mengangkut orang sakit.c. Kendaraan Jenazah yang sedang mengangkut Jenazah.
d. Kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas.
e. Kendaraan petugas pengawal kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara.

Sedangkan di PP Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi, Pasal 66 disebutkan:
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Petugas penegak hukum tertentu. b. Dinas Pemadam Kebakaran.c. Penangulangan Bencana.
d. Ambulans.
e. Unit Palang Merah. f. Mobil Jenazah.
Dan Pasal 67, disebutkan:
Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum.
b. Untuk Menderek Kendaraan.
c. Untuk Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat. d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan dijalan.e. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.

Sumber: Subdit Dikmas Ditlantas Polri

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (7)

Mari Berkomitmen Untuk Mengendarai Sepeda Motor dengan Aman dan Nyaman
1. Pahami motor dan cara berkendara demi keamanan bersama.
2. Patuhi peraturan lalu lintas dan hormati pengendara lain.





Nyalakan Lampu Sepeda Motor Anda
Walau siang, nyalakan lampu sepeda motor anda supaya terdeteksi kendaraan lain.



Tips Memilih Pakaian
Pakaian berkendara bermanfaat untuk meminimalisasi cedera atau luka bila sewaktu-waktu pengendara jatuh dari motor.
1. Pilih jaket atau celana panjang yang mampu menutupi badan atau lengan secara menyeluruh.
2. Pakaian berkendara harus nyaman dan tidak boleh mengganggu gerak pengendara.
3. Hindari pakaian berkendara yang ketat.
4. Pilihlah jaket yang jahitannya rapat-rapat.


Tips Memilih Perlengkapan Berkendara



Jaket
1. Pilih yang ringan dan nyaman dipakai (tidak mengganggu gerak tubuh).
2. Tidak tembus angin.
3. Hindari memakai jaket dengan renda di sekitar lengan.
4. Pilihlah jaket yang jahitannya rapat-rapat.


Helm
1. Pilih yang sudah diakui oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).
2. Berwarna mencolok dan terang.
3. Hindari helm bekas terbentur benda keras, berbobot berat, terlalu sempit dengan kepala.


Kaca mata
1. Pilih yang ringan dan pas denga ukuran wajah.
2. Pandangan mata tidak terganggu.
3. Warna yang agak muda.


Sarung tangan
1. Pilih yang tidak mengganggu gerak jari anda.
2. Tidak menjadi kaku bila menyerap keringat.


Sepatu
Sepatu yang paling baik adalah jenis boot yang dibuat khusus untuk pengendara motor.
1. Pilih yang ada haknya.
2. Hindari sepatu bertali.
3. Pilih sepatu yang solnya tidak terlalu tebal.


Kemampuan pengendara lain memantau pengendara motor sesuai warna pakaiannya di malam hari.



Kondisi Pengetesan
Tes ini dilakukan dengan bantuan 20 orang (umur 31-46).
Hasil tes seperti grafik di atas.

Kenakanlah Helm



Helm Melindungi Kepala Pengendara
Penyebab kematian pengendara sepeda motor yang paling banyak ketika mengalami kecelakaan adalah benturan keras di daerah kepala dan wajah. Kami himbau kepada pengendara agar mengenakan helm ketika mengendarai sepeda motor tanpa alasan apa pun.

Kenakanlah helm khusus untuk mengendarai sepeda motor. Pakailah helm yang benar.
1. Hindari helm tanggung yang hanya menutupi sebagian kecil kepala (helm proyek).
2. Hindari memakai helm yang mengganggu pandangan mata.
3. Pastikan tali helm sudah terpasang dengan benar.
4. Gunakan hanya helm yang mempunyai standar dan kualitas.
5. Gunakan pelindung mata dalam berkendara.
Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (6)

Kecepatan dan Jarak Henti
Bila pengendara sepeda motor ingin menghentikan kendaraannya, pengendara menarik atau menginjak pedal rem. Tapi kendaraan pastinya tidak akan langsung berhenti namun butuh jarak lebih jauh dari titik pengendara tadi mengerem. Jarak ini disebut jarak berhenti. Jarak berhenti artinya jarak yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti total.
(Rumus: Empty distance + Braking distance).

Empty DistanceEmpty Distance adalah jarak saat dimana pengendara menyadari harus mengerem. Kalau diumpamakan sebagai waktu, maka empty distance berkisaran 1 detik.

Braking DistanceBraking Distance adalah jarak yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti total mulai dari pengendara mengoperasikan rem. Bila kecepatan kendaraan semakin cepat, braking distance akan semakin panjang.
Berarti waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti akan semakin lama. Selain itu braking distance juga tergantung pada kondisi permukaan jalan. Oleh karena itu pada kondisi jalan licin atau berpasirm pengendara diharap mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati.

Jarak Berhenti



Jaga jarak kendaraan anda dengan kendaraan di depan

Kondisi jalan Jarak Ideal Contoh
Permukaan jalan kering 0.5 x angka speedometer 100 km/jam = 50 m
Permukaan jalan menurun 1.5 x 0.5 x angka speedometer 100 km/jam = 75 m
Jarak Berhenti


Jenis Rem Sepeda Motor
Drum BrakeBerada pada bagian roda depan atau belakang. Di dalamnya terdapat brake shoe yang akan menekan dinding drum brake bila pengendara menarik tuas rem. Tekanan pada dinding menghasilkan gaya gesek sehingga kecepatan sepeda motor berkurang.

Disc BrakePada umumnya digunakan di bagian roda depan. Di dalam struktur disc brake terdapat disc pad. Disc pad mendapat tekanan dari caliper yang terdorong karena tekanan minyak rem. Akibat tekanan ini, disc pad bergesekan denga piringan rem.

Jenis Rem Sepeda Motor
Disc brake terdiri dari
- Master cylinder di setang
- Caliper di front fork
- Disc di wheel


Brake DrumKomponen berputar bersama velg. Di dalamnya terdapat brake shoe.


Kecepatan dan Daya TubrukSemakin tinggi kecepatan, semakin besar daya tubruk yang akan diterima. Ilustrasi di bawah bisa dijadikan patokan untuk memahami hubungan kecepatan dan daya tubruk.

Ilustrasi:Tabel di bawah menggambarkan daya tubruk pada kecepatan:
- 60 km/jam = jatuh dari gedung lantai 5
- 70 km/jam = jatuh dari gedung lantai 7
- 90 km/jam = jatuh dari gedung lantai 10

Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (5)

Tips Pengereman
Perhatikan kondisi lalu lintas dan permukaan jalan di sekitar anda. Tutup gas, tarik tuas rem depan dan tekan pedal rem belakang, bisa juga sambil menurunkan gigi (engine brake) yang dilakukan secara mulus sehingga sepeda motor berhenti.
Rem sepeda motor dibagi menjadi tiga:
1. Rem depan yang difungsikan oleh tangan.
2. Rem belakang yang difungsikan oleh kaki (khusus scooter otomatis, rem belakang difungsikan oleh tangan).
3. Engine brake.
Kombinasi penggunaan ketiga jenis rem sepeda motor ini harus sesuai waktu dan tempatnya. Khusus sepeda motor dengan kopling manual, harus menarik tuas kopling sesaat sebelum sepeda motor berhenti.

Mengerem Pada Situasi TertentuPada umumnya, sepeda motor memiliki rem depan dan rem belakang yang bergerak secara independen.
Tips pengereman
1. Pada dasarnya rem depan dan rem belakang difungsikan bersama-sama.
2. Rem depan lebih pakem dari rem belakang sehingga sepeda motor bisa dihentikan dengan jarak lebih singkat. Tetapi bila menarik tuas rem depan terlalu kuat, motor bisa terjungkal.
3. Rem belakang tidak sepakem rem depan sehingga sepeda motor butuh jarak lebih jauh untuk berhenti.
4. Engine brake sendiri efektif dalam kondisi permukaan jalan licin atau jalan menurun. (Pengendara yang bisa mengontrol hatinya, bisa mengontrol kendaraannya).
Pengereman bila berboncenganBila pengendara mengerem mendadak, akibatnya pembonceng terdorong ke depan dan mengganggu gerakan pengendara. Pembonceng harus merapatkan dengkulnya dan menekan kaki ke pijakan supaya tubuh pembonceng tidak terlalu membebani pengendara.
Tips pengereman
1. Pertama-tama jalankan sepeda motor dalam keadaan lurus. Kemudian rem.
2. Rem depan dan belakang difungsikan bersamaan.
3. Hindari rem dadakan.
4. Tekan pedal rem belakang berkali-kali untuk memberi isyarat kendaraan yang berada di belakang.
5. Sesaat sebelum sepeda motor berhenti, tekan tuas kopling (khusus motor kopling manual).




Mari manfaatkan tiga jenis pengereman secara maksimal

Point
1. Hindari mengerem ketika sedang menikung. Remlah sebelum memasuki tikungan
2. Di jalan basah, permukaan jalan sangat licin sehingga kendaraan yang direm membutuhkan jarak yang jauh untuk bisa berhenti. Oleh karena itu harap berkecepatan rendah di jalan basah.

Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (4)

Tips Berkendara di Jalan Menikung


1. Berkendaralah dengan normal
2. Naikkan ke gigi 2, tambah kecepatan bertahap
3. Naikkan ke gigi 3
4. Remlah sebelum memasuki tikungan
5. Turunkan ke gigi 2
6. Pandangan mata sejalan arah tikungan
7. Badan dan motor miring ke arah dalam tikungan
8. Tambah kecepatan bertahap, naikkan ke gigi 3

Kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan karena bila kecepatan berlebihan bisa berakibat kendaraan keluar jalur sehingga bertubrukan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

Tips Menikung1. Sebelum memasuki tikungan kurangi kecepatan dengan engine brake dan dibantu rem depan dan belakang.
2. Memasuki tikungan, perhatikan permukaan jalan dan kerataannya, lalu cek kondisi lalu lintas. Tentukan kecepatan menikung.
3. Selama menikung, jaga kecepatan dan kemiringan sepeda motor anda. Pandangan harus ke depan.
4. Cek keamanan kondisi lalu lintas setelah keluar tikungan, kembali ke posisi berkendara seperti semula
5. Berkendaralah yang lurus.

Cara Menikung
- Pengendara dan sepeda motor harus selaras di tikungan

Menikung dengan sepeda motor bukan sekedar menggerakkan setang. Pengendara memiringkan sepeda motornya sambil menjaga keseimbangan sepeda motor dengan gaya gravitasi.

- Tikungan dan gaya geser
Secara fisika, saat objek benda menikung terjadi gaya geser ke luar. Oleh karena itu supaya menikung mulus, pengendara harus menjaga keseimbangan motor dari gaya geser keluar dengan gaya geser ke dalam. Cara menimbulkan gaya geser ke dalam, saat menikung sepeda motor agak dimiringkan sesuai kecepatan dan panjang tikungan. Bila keseimbangan ini tidak dijaga, sepeda motor akan bergeser keluar jalur atau bergeser ke dalam hingga terjatuh. Maka itu, penting sekali mengurangi kecepatan saat menikung. Saat menikung, hindari mengerem atau menambah kecepatan secara tiba-tiba karena akan membuat ban kehilangan traksi dan menyebabkan kecelakaan.

- Berboncengan sambil menikung
Ketika berboncengan, gaya geser keluar lebih besar bila dibandingkan ketika berdiri. Oleh karena itu, perlu kekompakkan pengendara dan pembonceng saat menikung. Pembonceng harus menyeimbangkan arah tubuh pengendara baik ketika pengendara mengerem maupun memasuki tikungan.

Tikungan dan Gaya Geser Keluar
3 prinsip gaya geser ke luar

1. Gaya geser ke luar 2 kali lebih besar dari kecepatan kendaraan.
2. Bila radius tikungan semakin pendek, gaya geser ke luar semakin besar.
3. Bila bobot kendaraan semakin besar, gaya geser ke luar semakin besar.




Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (3)

Cara menurunkan / menaikkan standar


Cara Menurunkan





Cara Menaikkan


Posisi Mengendara yang Benar


Tipe Sport



Posisi Berkendara
Berkendara sepeda motor yang baik dan benar adalah dengan cara menjaga keseimbangan motor dengan tubuh pengendara. Posisi berkendara yang benar adalah posisi dimana pengendara mampu mengoperasikan sepeda motornya dengan leluasa dan tidak mudah capai.
7 Point Berkendara Yang Benar
1. Mata memandang luas ke depan hindari fokus hanya ke satu objek.
2. Bahu jangan kaku, rileks agar bisa tanggap di segala situasi.
3. Sikut jangan dilebarkan, lemaskan lengan supaya sikut turun.
4. Telapak tangan, genggap grip di tengah lemaskan pergelangan tangan supaya mudah digerakkan.
5. Pinggul pilih posisi duduk yang paling nyaman, jangan terlalu ke depan atau ke belakang. Coba gerakkan setang ke kanan kiri untuk mengecek gerakan tangan tidak terganggu. Kalau posisi duduk tidak nyaman, keseimbangan motor bisa terganggu.
6. Dengkul, jepit tangan tangki dengan dengkul. Ada kalanya menjepit tangki dengan kuat supaya saat melewati jalan rusak atau menikung supaya keseimbangan terjaga.
7. Kaki letakkan di pijakan kaki. Ujung kaki menghadap ke depan. Kaki harus horisontal dengan jalan. Pengereman dan pindah gigi menjadi mantap.

Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (2)

Sepeda motor dilengkapi dengan bermacam fungsi untuk menunjang pengendara motor supaya sepeda motor mudah dioperasikan. Setiap fungsi mempunyai tugas masing-masing seperti rem atau mesin sehingga secara keseluruhan membentuk sistem sepeda motor.


Pengendara yang baik adalah pengendara yang mengetahui mekanisasi sepeda motornya sehingga mampu mengendarai secara aman.

Mekanisasi sepeda motor secara garis besar:

1. Mesin.
Mesin menghasilkan tenaga gerak karena terdiri dari komponen penyuplai bensin, sistem pengapian dan knalpot.
2. Komponen penggerak.
Tenaga yang dihasilkan mesin disalurkan ke roda belakang melalui kopling, transmisi dan rantai.
3. Komponen kendali.
Komponen kendali terdiri dari setang, fork depan dan ban.
4. Komponen rem.
Pengoperasian tuas dan pedal rem untuk mengurangi laju atau menyetop sepeda motor. Rem depan dan belakang saling berkolaborasi untuk menghentikan laju sepeda motor.
5. Komponen kelistrikan.
Terdiri dari aki, komponen lampu dan klakson. Komponen lampu sangat berfungsi selain memberi penerangan juga memberitahu pengendara lain mengenai posisi anda.
6. Komponen penting lain seperti ban, velg dan frame.





Sumber : www.suzuki.co.id

Panduan Aman Berkendara Sepeda Motor (1)

Lakukan Pemanasan Ringan Sebelum Anda Berkendara

Saat anda berkendara pada situasi tertentu, anda perlu mengambil tindakan atau reflek secara tiba-tiba demi mengantisipasi bahaya. Oleh karena itu, kami sarankan anda melakukan pemanasan sebelum berkendara guna melemaskan otot dan mempersiapkan hati anda.
Khususnya pada pagi hari dimana kondisi badan masih berada dalam kondisi bangun tidur sehingga perlu waktu sampai pada kondisi siap beraktivitas.




Cek Item Berikut:


a. Kekencangan mur, baut dan komponen lain
b. Aki
c. Setang
d. Kaca spion
e.Lampu sein depan & belakang
f. Jarak main kopling
g. Rem
h. Mesin
i. Rantai
j. Tekanan angin ban
k. Oli
l. Bensin



Periksa kendaraan (Tipe Sport)



Cek Kendaraan Secara Berurut
Ketika mengecek kendaraan, lakukanlah urutan cek yang sama setiap hari untuk menghindari luput cek. Buatlah list cek sepeda motor anda sehingga anda hafal urutannya.


Servis Harian dan Periodik

Servis harian merupakan tanggung jawab setiap pengendara sepeda motor cc kecil maupun besar. Servis periodik dilakukan oleh mekanik yang ditunjuk oleh pabrikan. Item yang diservis berbeda-beda, ada yang setiap 6 bulan , ada pula yang setiap 1 tahunan. Hasil servis periodik yakni kerusakan fatal sepeda motor bisa diminimalkan.



Sumber : www.suzuki.co.id

Tips Berkendara Yang Nyaman Saat Musim Hujan

Jalan raya memiliki kualitas yang bervariasi. Ada yang halus dan mulus, ada yang bergelombang, bahkan berlubang-lubang. Jika kondisi cerah hal yang dihadapi tidak terlalu berat bagi pengendara sepeda motor. Namun sebaliknya jika sudah memasuki musim hujan. Perlu adanya perhatian terhadap sepeda motor , hal ini untuk lebih melindungi pengendara dari kecelakaan.Berikut ini tips untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam saat musim hujan.
A. TIPS PEMERIKSAAN KONDISI SEPEDA MOTOR
Pemeriksaan Kembang Ban
Ban adalah bagian yang vital pada sepeda motor , apalagi digunakan pada saat hari hujan. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus dirawat dengan baik.
Ban yang aus akan berkurang kemampuannya baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm. Jangan menunggu ban benar-benar gundul. Karena Saat melewati genangan air ?Alur Ban? tersebut akan menyalurkan air kearah samping ban. Jika tidak ada alurnya ?Air tidak dapat di distribusikan kearah samping akibatnya ban terangkat diatas permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng. Perhatikanlah hal hal berikut ini :
Gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.
Tips : Jika melakukan penggantian Ban, Sebaiknya menggunakan merk dan Tipe yang sama antara Ban Depan dan belakang. Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja Ban berlainan. Cara aman gunakanlah tipe Ban yang direkomendasi oleh Pabrikan sepeda motor yang anda pakai karena pasti pihak pabrikan sudah melakukan test dengan berbagai kondisi cuaca.
Tekanan ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan. Walaupun hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.
Pemeriksaan tekanan Angin pada Ban, sebaiknya sesuai standard (Bacalah spesifikasi Pabrik pada buku panduan Pemilik). Jika terlalu rendah tekanannya Sepeda motor terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena Ban Bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas berlebih. Jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah dan tinggi karena permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.
Pasanglah "Tutup pentil", karena akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan. Jika anda memakai ban tubeless (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. O ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga mengakibatkan kebocoran.
Disarankan saat mengganti ban luar, ban dalam juga diganti bersamaan. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika sudah terlalu banyak tambalannya.
Pemeriksaan Sistim pemasukan Bahan Bakar & Karburator
Saat hujan menyebabkan kadar udara (02) sebagai pencampur bahan bakar yang disedot oleh karburator banyak mengandung air sehingga jika kondisi Sistim Bahan bakar seperti Tanki Bahan Bakar, Kran Bahan Bakar dan pipa bahan bakar terdapat karat atau kandungan air akan mengakibatkan kinerja mesin tersendat. Hal itu akan lebih menyusahkan dalam kondisi hujan. Datang ke Bengkel Resmi untuk perawatan berkala.
Pemeriksaan Oli Mesin
Saat hujan kondisi udara yang banyak mengandung air dan terdapat genangan air di beberapa jalan yang tinginya lebih dari 30 cm (ukuran lutut orang dewasa) tentunya akan memudahkan air masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli. Hal itu mudah dideteksi pengendara yaitu dengan melihat oli apakah berubah warna menjadi ?PUTIH SUSU?. Jika ya artinya air sudah tercampur. Segera lakukan penggantian oli jika telah melewati jalan banjir yang cukup tinggi. Hal ini guna menghindari kerusakan yang lebih parah pada mesin.
Pemeriksaan Filter Udara
Air dapat masuk juga lewat filter udara. Terutama jika melewati genangan air yang cukup tinggi atau banjir . Jika air tidak terlalu tinggipun berpotensi masuk ke mesin terutama jika kendaraan roda empat melaju disamping sepeda motor atau dari arah berlawanan. Akan membuat gelombang air dan menghantam bagian depan motor akibatnya air masuk melalui filter udara. Jika jumlah air terlalu banyak yang masuk , akan berakibat yang lebih parah yaitu ?Water Hammer?. Water hammer adalah pukulan yang keras pada ruang bakar yang menyebakan kerusakan parah pada mesin seperti : Bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dll.
Pemeriksaan Sistim Pengereman
Periksalah fungsi kerja Rem depan dan belakang, lakukan simulasi pengereman sebelum mengendarai beberapa kali untuk memastikan fungsinya bekerja dengan baik, selain fungsi deteksilah apakah ada suara berdecit jika ya, artinya permukaan Lining Kanvas Rem sudah licin dan perlu perawatan. Jika fungsinya terasa kurang baik periksalah ketebalan Rem dengan melihat langsung tebal Pad (Rem Disk) dan lihat indikator ketebalan pada Rem tipe Drum. Jika terlalu kecil segera lakukan penggantian di Bengkel Resmi.
Pemeriksaan Sistim Kemudi
Yang terakhir, periksalah sistem kemudi, karena diperlukan kestabilan yang baik saat berkendara saat hari hujan. Disamping itu sulit memprediksi kondisi jalan seperti lubang , bebatuan atau saat menghindari pengendara lain yang tiba tiba berhenti. Mintalah mekanik Bengkel Resmi untuk memeriksanya. Atau anda bisa lakukan tips berikut untuk pemeriksaan awal :
  1. Posisikan sepeda motor pada Standard Utama (Main Stand).
  2. Peganglah kedua Front Fork (Fork Depan) sambil berjongkok, tapi sebelum itu pastikan Posisi Jari tangan anda tidak terlalu dekat dengan Disk Brake Depan karena akan terluka. Kondisi Sepeda motor tidak goyang goyang. dan pastikan disekitarnya tidak terdapat orang lain.
  3. Dorong dan tarik kearah depan dan belakang.
  4. Rasakanlah apakah terdapat kelonggaran atau tidak.

Jika terdapat kelonggaran (Oblak), segeralah minta mekanik untuk mengencangkannya dan periksa kembali berat dan ringan gerakan kemudinya

B. TIPS PERSIAPAN SEBELUM BERKENDARA
Helmet
Saat hujan lebat dapat menyulitkan pandangan pengendara, apalagi jika hujan sangat lebat. Diperlukan Helmet yang dilengkapi dengan kaca pelindung sehingga pandangan tetap aman saat berkendara. Periksalah kaca helmet tidak boleh buram atau baret baret .
Tips : Biasanya saat berkendara saat hari hujan , napas kita akan membuat embun dibagian kaca bagian dalam. Dan saat hujan lebat sulit melihat dengan pandangan yang jelas. Oleskan Cairan ?Shampo? Pada permukaan kaca untuk menghilangkan sisa oli atau kotoran. Hal ini akan memudahkan saat mengusapnya kotoran saat berkendara.

Jas Hujan
Pilihlah jas hujan yang tidak terlalu besar, pilihlah yang ukurannya pas di tubuh kita atau jenis ?Celana Panjang? karena akan mempwermudah gerakan tubuh saat berkendara. Hindari penggunaan jas tipe ?JUBAH? karena sangat berbahaya, sebab ukuran yang terlalu besar membuat selalu berkibas terkena terpaan angin bahkan tidak jarang tersangkut pada bagain rantai, hal ini tentunya dapat menyebabkan kecelakaan.
Barang Bawaan
Sebaiknya hindari Barang bawaan atau jika harus dibawa, ukurannya tidak lebih dari
Selain mudah basah, hal itu juga dapat mengganggu pengendara. Gunakanlah tas Punggung atau mengikatnya dibagian jok belakang.

C. TIPS MELEWATI KONDISI JALAN
Jalan dengan genangan air
Saat melewati genangan air, usahakan untuk mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas disekitarnya memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam apa genangan air tersebut.
Jalan dengan banyak pasir, berlumpur atau banyak daun kering
Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.
Polisi tidur
Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak lurus.
Jalan bergelombang atau berbatu - batu
Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.
Melewati lempeng baja
Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja contoh Perlintasan Kereta Api/Rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.
Tumpahan oli
Oli yang tumpah dijalan sangat membahayakan karena dapat menghilangkan traksi ban, kemudi menjadi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, usahakan jangan sampai melewati dengan kondisi miring / berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan mengurangi kecepatan.
Kondisi hujan
Jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Jaga jarak lebih panjang agar terhindar dari tabrak belakang. Saat berbelok juga harus dalam kecepatan yang lebih rendah daripada saat kita melewati dalam kondisi kering.
Mungkin beberapa keterangan diatas dapat mengingatkan kita saat kita berkendara agar dapat berkendara secara aman.
Sumber : www.yamaha-motor.co.id

Safety Riding.. Apaan Sih ?

Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ?bebas macet? dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.
Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang - kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya. Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.
Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib. Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara. Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.
Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek. Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.
Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:
  • Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
  • Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  • Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ?catok? dan sejenisnya.
  • Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.
Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:
  • Teknik pengereman, dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.
  • Teknik ?slalom?, dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Teknik berjalan di lintasan ala ?bumpy-road?, teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.
  • Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit, berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.
Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.
Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan. Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.
Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.
Sumber : www.yamaha-motor.co.id

Belok Bukan Sembarang Belok

Kesadaran masing-masing pengemudi baik itu mobil dan motor terhadap aturan-aturan yang tidak tertulis, berkaitan dengan tata krama di jalan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kecelakaan. Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai kesadaran, pola berpikir, tata krama yang sama di jalan.
Artikel ini di buat untuk mencoba menyampaikan aturan tidak tertulis tadi yang semoga dapat diingat selalu saat kita berkendara baik dengan motor maupun mobil di jalan.
BELOK - 1
Belok 1Sering terjadi saat mobil (C) akan berbelok ke kiri, tiba-tiba muncul sepeda motor (A) dari sisi kiri atau sisi dalam belokan. Beruntung apabila mobil (C) melihat ada sepeda motor tersebut di sisi kirinya, jika tidak, maka motor (A) akan terjepit oleh mobil tersebut.
Mengapa bisa terjadi kecelakaan?
Pengemudi mobil (C) yang akan berbelok ke kiri, pertama-tama akan berkonsentrasi melihat ke arah kanan (1) melihat adanya mobil lain dari arah kanan (E), kemudian dia akan melihat mobil dari arah kiri (2) (D) untuk mulai berbelok ke kiri.
Saat seperti itu umumnya pengemudi mobil tidak terpikir untuk melihat sisi kiri mobil apakah aman atau tidak.
Sekalipun melihat spion, umumnya posisi sepeda motor yang menyelip masuk tidak terlihat karena masuk dalam sudut BLIND SPOT (sudut tidak terlihat oleh kaca spion).
Pengendara motor (B) posisinya benar, dia berjalan di belakang mobil yang sedang berbelok, sehingga aman. Pengendara motor (B) pun harus melihat kondisi lalin dari arah kanan, dan mengatur jarak dengan mobil di depannya saat berbelok.
BELOK - 2
Belok 2Sering terjadi juga, saat mobil akan masuk jalur di seberangnya pada suatu pertigaan, sepeda motor yang ikut berbelok dengan arah yang sama mengambil ruang gerak belok mobil. Hal ini sangat berbahaya apabila si pengendara mobil tidak melihat dan menginjak rem saat sepeda motor itu memotong jalur beloknya.
Sebaiknya, pengendara motor menunggu mobil tersebut berbelok pada ruang geraknya dan tidak memotorngnya.
BELOK - 3
Belok 3Pada jalan yang tidak terlalu ramai, sering terjadi motor atau mobil berbelok dengan mengambil jalur arah berlawanan saat memasuki pertigaan atau tikungan.
Untuk itu mobil atau motor yang akan memasuki tikungan atau pertigaan, sempatkan untuk membunyikan klakson atau menyalakan beam (jika malam) agar pengendara lain tau akan ada mobil / motor yang keluar tikungan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Sebaiknya tetaplah berjalan di jalur masing-masing. Bayangkan ada garis pembatas jalur (imajiner) yang tidak boleh kita langgar saat berbelok, juga perlu berhenti, sebelum berbelok apabila ada kendaraan lain dari arah berlawanan yang akan lurus (C), sehingga aman.
BELOK - 4
Belok 4Kecelakaan antar sesama sepeda motor sering terjadi saat memasuki suatu tikungan. Ketika salah satu pengendara motor menyusul memasuki tikungan dan mengambil jalur belok sepeda motor di belakangnya, sehingga apabila pengendara yang dibelakang tidak sigap, akan terjadi kecelakaan.
Sebaiknya tetaplah berbelok di jalurnya, bayangkan garis belokan yang akan kita lalui maupun yang akan dilalui oleh pengendara di dekat kita, sehingga kita tidak mengambil atau menyerobot jalur beloknya.
Sumber : www.yamaha-motor.co.id

7 Peti Mati (7 Deadly Bins) :

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.
Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.
Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.
Cara menghindar kesalahan :
  • jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
  • masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
  • tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)
Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.
Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.
Cara menghindar kesalahan :
  • rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
  • masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
  • jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)
Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.
Cara menghindar kesalahan :
  • kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
  • perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
  • lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)
Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
  • berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
  • duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)
Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.
Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
  • kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
  • beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
  • ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

Tragedi Putaran (Turn Tragedy)
Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.
Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).
Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)
Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.
Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.
Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)
Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :
Mobil
  • gagal melihat dgn semestinya 18%
  • gagal memutuskan10%
  • kecerobohan 9%
  • manuver yg buruk 8%
  • kehilangan kendali 8%
Motor
  • kehilangan kendali 14%
  • gagal melihat dgn semestinya 14%
  • gagal memutuskan10%
  • manuver yg buruk 10%
  • kecerobohan 9%
Artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul "7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.
Sumber : www.yamaha-motor.co.id